Yayasan Islamiyah Kendel, Kemusu, Boyolali diprakarsai berdirinya oleh K. Rusdan, seorang muassis dan Muharik Islam di daerah Boyolali Utara dan juga sebagai Tokoh NU dan Kepala KUA Kecamatan Kemusu. Awal mula berdirinya Yayasan ini adalah didorong dengan semakin dibutuhkannya sarana pendidikan Islam dan Pendidikan Formal di daerah Kendel. Yayasan Islamiyah resmi berdiri secara Legal berbadan hukum dengan Akte Notaris Haji Muhammad Irnawan Darori, S.H. No. 5 Tanggal 28 Mei 1998.
Pada tahun 1978 tepatnya bulan Februari tanggal 21, saat itu bapak Kyai Slamet Rusdan bin Murtanawi mendirikan sebuah yayasan bernama Islamiyah yang bergerak dibidang Pendidikan. Desa Kendel kecamatan kemusu Kab. Boyolali saat itu masih dalam Kondisi sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota, dari sisi SDM masih berorientasi pada sektor pertanian, Buruh tani, dan buruh bangunan dan masih sangat jauh dari sentuhan pendidikan. Melihat kondisi tersebut bapak Kyai Slamet Rusdan tergugah dan berinisiatif mendirikan Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.
Proses Pendirian bangunan Madrasah Ibtidaiyah pada awal berdirinya menggunakan bangunan kayu dengan anyaman bambu sebagai dindingnya dimana perolehanya didapatkan secara sukarela dari masyarakat Kendel yang meliputi Dukuh Kendel, Dagen, Kendelban dan Ledok. Walaupun masih dalam keterbatasan tempat dan bangunan, para pendidik saat itu sangat semangat untuk mengabdi dan mengajar para muridnya.
Awal mula pendirian lembaga pendidikan adalah Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kendel Kemusu Boyolali pada tahun 1975. Pada saat pencetusan Yayasan, Bapak Kyai Slamet Rusdan mengajak Rekan dan temanya yaitu Bapak Kyai Dalhari Kendel, Bapak Sulomo Kendelban, Bapak Dimyati Ledok, Lurah Soebandi Kendel, Carik Sastro Kendel, dan Bayan Glinggang waktu itu.
Pada saat itu seluruh perangkat yayasan Isllamiyah dalam kerjanya belum terorganisir secara maksimal, meskipun demikian Madrasah Ibtidaiyah tetap bisa berdiri di tanah wakaf milik Masjid Kendel, Desa Kendel, Kemusu Boyolali. Sebagai Penanggung jawab dan pengelola awal Madrasah Ibtidaiyah pertama kali adalah Bapak Masyhuri dibantu oleh dewan guru diantaranya; Abdul bashor Ngijo, Yazid legijo Kendel, Nuri Kendelban, Badri Karangpakel, Asrofi’ah Ledok, Djamari Dagen, dan Salamun Ngglinggang. Setelah berjalanya lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah kendel dan bekerjasama dengan Madrasah ibtidaiyah Glinggang serta madrasah Ibtidaiyah gagan maka bapak Slamet Rusdan mengembangkan lagi untuk menuntaskan jenjang pendidikan pada tingkat atasnya yaitu mendirikan lemmbaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Kendel kemusu Boyolali yang terbentuk pada tahun 1978 dengan alasan karena posisi desa kendel sangat jauh dari akses lembaga pendidikan sehingga dalam rangka tersbeut Bapak Slamet Rusdan melalui pendirian MTS ini diharapkan lulusan MI bisa melanjutkan ke MTS Islamiyah.
Pada saat itu akses dari desa kendel ke Sekolah terdekat jenjang SMP/SLTP/MTs sangat jauh dan harus ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda kayuh. Membaca dari latarbelakang tersebut para muassis berfikir untuk mendirikan MTS Islamiyah di Desa kendel kecamatan kemusu Kab. Boyolali.
Sebagai tonggak Awal lokasi penyelenggaraan pendidikan MTs Isllamiyah kendel dilaksanakan di rumah kediaman bapak Slamet Rusdan dan rumah bapak Slamet Anwar Kendel RT 2. Didukung oleh keluarga bapak Slamet Rusdan yaitu Bapak Jamal bin Murtanawi, Juminah bin Murtanawi, Slamet Anwar bin Murtanawi. Untuk penyelenggaraan pendidikan maka dibutuhkan Guru pengajar, oleh karenanya atas inisiatif bapak Kyai Slamet Rusdan didatangkanlah guru guru dari luar diantaranya bapak Mudzakir Ledok, Bapak Zadji Ledok, Bapak Daryo Dagen, bapak kamsir kauman, Bapak Bapak Hardjo Sudarmo Plupuh.
Pada Saat itu tenaga pengajar serba keterbatasan, maka dibantu oleh saudara Zaenudin (Ponakan Bpk Kyai Slamet Rusdan putra Juminah) dan pada tahun 1981 bekerjasama dengan bapak H. Muchlas Salatiga didatangkanlah tenaga pendidik dari luar diantaranya; Bapak Tholib, A.Ma Cilacap, Bapak Mukhibin Kebumen, Bapak Budi Santoso Surakarta dan bapak Nurhadi Mojo Andong, Sitok Tukiyo Klaten. Pada Awal mula pendirian Madrasah Tsanawiyah, Seluruh kelengkapan sarana prasarana pendukung pendidikan difasilitasi dan diadakan oleh Bapak Kyai Slamet Rusdan. Proses pengadaan fasilitas pun mendapat dukungan bersama seluruh masyarakat desa Kendel.
Pada tahun 1983 dengan inisiatif Ketua yayasan (Kyai Slamet Rusdan) dan kepala desa Soebandi sepakat untuk proses kegiatan pendidikan dialihkan di tanah Khas Desa yaitu terletak di Dukuh Dagen Dusun Kendel, Desa Kendel. Pembangunan Madrasah Tsanawiyah tersebut dilakukan dengan cara bergotong royong baik tenaga maupun material oleh Masyarakat Desa Kendel karena mengingat Para warga belajar semakin bertambah yang berdampak pada lokasi rumah Bapak Kyai Slamet Rusdan tidak muat untuk menampung warga belajar. Para Warga belajar pun ikut bergotong royong membangun bersama warga masyarakat. Atas dasar tersebut kemudian lokasi belajar dipindah tempatkan di tanah khas desa yang sudah dibangun berupa ruang sederhana dengan jumlah 3 ruang kelas dan 1 ruang kantor.
Pada tahun 1984 tenaga pendidik yang sudah mengabdi diangkat menjadi pegawai negeri sipil dibawah Departemen Agama (saat ini Kementerian Agama). Selama proses berjalanya pendidikan, MTs ini masih berbentuk Filial MTs N Andong Boyolali. Para guru MTs Islamiyah Kendel yang berasal dari alamat yang jauh (dari luar Kendel) ditampung dirumah Bapak Kyai Slamet Rusdan. Diantara guru guru yang beral dari jauh seperti bapak Tolib, Bapak Mukhibin, Bapak Hardjosudarmo, Sitok Tukiyo Klaten dan Budi Santoso Surakarta. Segala kebutuhan sehari hari ditanggung oleh bapak Kyai Slamet Rusdan. Bapak Slamet Rusdan selalu mengatur jalanya lembaga Pendidikan madrasah dari segala aktifitas Pendidikan yang masih berada di Rumah kediamanya hingga kemudian dapat berpindah di lokasi yang baru saat ini.
Sumber: Para Pensejarah adalah pelaku sejarah yang masih Hidup tahun 2022
dokumentasi


